Persiapan Derby Persebaya Melawan Jatim Kontra Arema. Derby Jawa Timur antara Persebaya Surabaya dan Arema FC siap meledak di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 22 November 2025 pukul 15.30 WIB. Laga pekan ke-13 Super League 2025/2026 ini menjadi sorotan utama karena rivalitas panjang kedua tim, ditambah posisi klasemen yang sama-sama mengoleksi 15 poin. Persebaya di urutan kedelapan, Arema kesembilan hanya kalah selisih gol. Antusiasme sudah memuncak, tiket presale langsung ludes terjual, meski kapasitas stadion dibatasi menjadi 30 ribu penonton demi alasan keamanan. INFO CASINO
Persiapan Persebaya yang Intens: Persiapan Derby Persebaya Melawan Jatim Kontra Arema
Di kubu tuan rumah, pelatih Eduardo Perez Moran menggenjot latihan fisik dan taktikal sejak awal pekan. Sesi keras digelar di lapangan komplek Gelora Bung Tomo, fokus mempertajam pressing dan transisi cepat. Sayangnya, Persebaya harus kehilangan Francisco Rivera yang terkena kartu merah di laga sebelumnya. Perez tetap tenang, menegaskan tim punya kedalaman skuad yang cukup. “Kami tidak cari alasan, yang penting pemain yang ada siap tempur,” katanya. Target mutlak adalah tiga poin di kandang sendiri untuk menjauh dari papan tengah dan memanfaatkan dukungan penuh suporter.
Arema FC Perkuat Mental dan Evaluasi: Persiapan Derby Persebaya Melawan Jatim Kontra Arema
Singo Edan datang dengan modal apik: belum terkalahkan di laga tandang musim ini. Pelatih Marcos Santos memanfaatkan jeda kompetisi untuk evaluasi menyeluruh setelah kekalahan terakhir. Latihan rutin difokuskan pada penguatan mental, karena atmosfer Gelora Bung Tomo dipastikan mencekam dengan nyanyian ribuan pendukung tuan rumah. “Persiapan berjalan bagus, kesalahan sudah dievaluasi, dan pemain siap rebut poin,” ujar Santos. Arema optimistis bisa mematahkan catatan buruk di Surabaya, sekaligus memberikan kebanggaan bagi Aremania yang ikut mendukung dari luar stadion.
Euforia Suporter dan Aspek Keamanan
Gelombang antusiasme terlihat dari habisnya tiket presale dalam waktu singkat. Suporter Persebaya memadati media sosial dengan dukungan masif, sementara Aremania juga tak kalah semangat meski hanya sebagian kecil yang bisa masuk stadion. Panitia pelaksana membatasi jumlah penonton untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, mengingat derby ini selalu penuh emosi dan gengsi. Rivalitas historis ini bukan sekadar pertandingan, tapi perang prestise antar dua kota besar di Jawa Timur yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Kesimpulan
Derby Jatim kali ini diprediksi berjalan sengit dengan tensi tinggi, di mana kemenangan tak hanya bernilai tiga poin tapi juga kebanggaan regional. Persebaya unggul dukungan kandang dan motivasi balas dendam atas hasil minor sebelumnya, sementara Arema membawa kepercayaan diri dari rekor tandang solid. Siapapun pemenangnya, laga ini pasti menyuguhkan drama sepak bola khas Indonesia yang sulit dilupakan. Pekan ini, Jawa Timur kembali menjadi pusat perhatian pecinta bola tanah air.