Hasil Akhir Pertandingan Persija Melawan PSIM. Malam Jumat, 28 November 2025, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta jadi saksi pesta ulang tahun ke-97 Persija yang tak terlupakan. Macan Kemayoran menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan pekan ke-14 Super League 2025/2026, dan hasil akhir 2-0 untuk tuan rumah bikin perayaan sempurna. Gol dari Maxwell Souza di menit ke-77 dan Allano Lima di injury time babak kedua (90+5) pecah kebuntuan setelah babak pertama berakhir tanpa gol. Dengan kemenangan ini, Persija kumpulkan 29 poin dari 13 laga, tetap tempel ketat Borneo FC di puncak klasemen dengan selisih empat poin. Atmosfer malam itu luar biasa: 56.150 suporter memenuhi tribun, pecahkan rekor penonton musim ini. Ini bukan cuma soal tiga poin, tapi bukti semangat Jakmania yang angkat tim di momen spesial. REVIEW KOMIK
Dominasi Awal yang Belum Berbuah: Hasil Akhir Pertandingan Persija Melawan PSIM
Babak pertama jadi ujian kesabaran bagi Persija. Macan Kemayoran langsung tancap gas sejak menit pertama, kuasai bola 58 persen dan ciptakan enam peluang, tapi penyelesaian akhir kurang tajam. Sundulan Van Basty Sousa di menit ke-4 melayang tipis, diikuti tembakan Witan Sulaeman yang melebar di menit 34. PSIM, yang tampil alot dengan formasi 5-3-2 defensif, andalkan serangan balik cepat—tendangan bebas Ezequiel Vidal di menit 12 nyaris bikin kejutan, tapi Andritany Ardhiyasa selamatkan gawangnya. Pelatih Mauricio Souza akui timnya dominan tapi kurang klinis: “Kami ciptakan banyak, tapi PSIM bertahan mati-matian.” PSIM, meski minoritas suporter, beri perlawanan gigih—mereka tak kebobolan di babak pertama meski kalah tembakan 8-3. Skor 0-0 istirahat jadi cerminan ketegangan: Persija haus gol, PSIM puas bertahan.
Gol Penentu dan Drama Injury Time: Hasil Akhir Pertandingan Persija Melawan PSIM
Babak kedua langsung bergolak. Persija tambah tekanan, tapi PSIM ancam balik lewat sepakan keras Sheva Savio di menit 69 yang ditinju Andritany. Kebuntuan pecah di menit 77: umpan korner Sani Rizki ditanduk Maxwell ke arah Witan, yang kembalikan bola—Maxwell lalu selesaikan dengan sepakan mendatar ke pojok gawang. Gol itu bikin SUGBK meledak, sorak Jakmania bergemuruh. PSIM coba balas, tapi pertahanan Rizky Ridho dan kawan tutup rapat. Drama klimaks di injury time: Allano Lima curi bola di tengah, lari solois, dan tembak keras ke sudut kanan kiper PSIM—gol kedua di 90+5 yang amankan tiga poin. Souza puji duo Brasil: “Mereka lapar dan tajam saat dibutuhkan.” PSIM nyaris balas di menit akhir lewat Nermin Haljeta, tapi Andritany lagi-lagi heroik. Statistik akhir: Persija unggul tembakan 14-7, penguasaan 62 persen, dan clean sheet.
Dampak Kemenangan bagi Papan Klasemen
Dua gol telat ini bukan cuma kado ultah, tapi suntikan semangat bagi Persija yang sedang panas dengan lima kemenangan beruntun. Posisi kedua klasemen kini lebih aman, dengan selisih gol +15—mereka unggul agregat atas Borneo FC meski kalah poin. Bagi PSIM, kekalahan ini turunkan mereka ke peringkat kelima dengan 22 poin, meski tren tak terkalahkan empat laga sebelumnya sempat bikin harap. Pelatih Razzi Taruna akui: “Kami belajar banyak, tapi Persija terlalu kuat di kandang.” Rekor penonton 56.150 tak cuma pecahkan rekor musim (sebelumnya 50 ribu), tapi juga dorong pendapatan tiket dan merchandise—bukti sepak bola Indonesia bangkit. Ini juga soroti tren positif liga: total penonton musim ini capai 1,3 juta, naik 20 persen dari tahun lalu.
Kesimpulan
Hasil akhir Persija vs PSIM 2-0 jadi catatan manis di hari ultah ke-97 Macan Kemayoran—dari dominasi mandul babak pertama hingga gol krusial duo Brasil yang amankan poin. Di SUGBK yang penuh sesak, semangat Jakmania jadi senjata tak tergantikan, ciptakan atmosfer Eropa yang bikin laga ini dikenang. Bagi Persija, ini langkah mantap kejar gelar; bagi PSIM, pelajaran bertahan lebih baik. Super League musim ini makin kompetitif, dan malam Jumat lalu bukti kenapa sepak bola ibu kota tak pernah pudar—penuh drama, gol telat, dan cinta tak berujung.