Protes Fans MU Untuk Setan Merah Imbang Lawan Bournemouth. Laga kandang melawan Bournemouth pada 15 Desember 2025 berakhir dramatis dengan skor 4-4, membuat pendukung tim tuan rumah kecewa berat. Meski sempat unggul tiga kali, tim gagal mempertahankan keunggulan dan hanya meraih satu poin. Pertandingan penuh gol ini memicu protes dari fans, terutama terkait minimnya menit bermain Kobbie Mainoo. Saudara Mainoo hadir dengan kaus bertuliskan “Free Kobbie Mainoo”, mencerminkan frustrasi luas atas keputusan pelatih Ruben Amorim. Hasil ini menambah tekanan di tengah performa inkonsisten musim ini. BERITA BASKET
Jalannya Pertandingan yang Chaos: Protes Fans MU Untuk Setan Merah Imbang Lawan Bournemouth
Tim tuan rumah memulai dominan dengan gol cepat dari Amad Diallo di menit ke-13, diikuti Casemiro menjelang babak pertama usai. Namun, Antoine Semenyo menyamakan kedudukan sebelum istirahat. Babak kedua semakin liar: Evanilson dan Marcus Tavernier membalikkan keadaan dalam waktu singkat, tapi Bruno Fernandes dengan tendangan bebas indah dan Matheus Cunha kembali membawa tim unggul 4-3. Sayangnya, Junior Kroupi sebagai pengganti menyamakan skor di menit-menit akhir. Total delapan gol, 35 tembakan, dan pertahanan rapuh membuat laga ini disebut sebagai salah satu yang paling menghibur tapi menyakitkan musim ini. Amorim mengakui lapse konsentrasi sebagai biang keladi.
Protes Fans atas Minimnya Menit Mainoo: Protes Fans MU Untuk Setan Merah Imbang Lawan Bournemouth
Frustrasi fans memuncak karena Kobbie Mainoo hanya masuk sebagai pengganti di babak kedua, meski penampilannya langsung memberi energi baru di lini tengah. Mainoo baru starter sekali musim ini, membuat banyak pendukung menuntut peran lebih besar untuk talenta muda itu. Saudara Mainoo, Jordan Mainoo-Hames, hadir di tribun dengan kaus protes “Free Kobbie Mainoo”, yang langsung viral dan menyuarakan keluhan banyak fans. Amorim sebelumnya kesal saat ditanya soal ini, tapi pintu terbuka untuk Mainoo merebut tempat. Protes ini menyoroti ketidakpuasan atas rotasi dan prioritas pelatih di tengah jadwal padat.
Reaksi Pasca-Pertandingan dan Dampaknya
Amorim menyebut laga ini menyenangkan untuk penonton netral, tapi menyesalkan hilangnya poin karena kurang klinis di depan gawang dan rapuh di belakang. Pemain seperti Fernandes dan Cunha mendapat pujian atas kontribusi gol, sementara kiper Senne Lammens dipuji karena beberapa penyelamatan krusial. Hasil ini membuat tim tertahan di posisi keenam, tertinggal dari zona empat besar. Fans ramai di media sosial menyuarakan kekecewaan, dengan beberapa menyalahkan pertahanan muda dan taktik yang terlalu terbuka. Di sisi lain, Bournemouth bangga atas semangat juang mereka meski tanpa kemenangan tujuh laga sebelumnya.
Kesimpulan
Imbang 4-4 melawan Bournemouth jadi momen pahit yang memicu protes fans, terutama soal Kobbie Mainoo yang dianggap kurang dimanfaatkan. Pertandingan chaos ini tunjukkan potensi serangan tim, tapi juga kelemahan defensif yang kronis. Dengan bursa Januari mendekat dan jadwal ketat, Amorim harus segera temukan keseimbangan untuk redam frustrasi pendukung. Hasil ini jadi pengingat bahwa poin hilang di laga kandang bisa mahal dalam perebutan posisi atas. Fans berharap ini jadi titik balik, bukan awal dari krisis lebih dalam.