Era Ruben Amorim Resmi Berakhir di Awal Tahun 2026. Era Ruben Amorim di Manchester United resmi berakhir pada 5 Januari 2026, tepat di awal tahun baru. Klub mengumumkan pemecatan pelatih asal Portugal itu setelah hanya 14 bulan menjabat sejak November 2024. Keputusan ini datang sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United, di mana Amorim secara terbuka mengkritik struktur klub dan menyatakan ketidakpuasannya sebagai “head coach” dengan wewenang terbatas. Tim saat ini berada di posisi keenam Premier League, dengan rekor yang mengecewakan dan tanpa kemajuan signifikan. INFO TOGEL
Awal Harapan yang Tinggi: Era Ruben Amorim Resmi Berakhir di Awal Tahun 2026
Amorim datang dengan reputasi cemerlang setelah sukses besar di klub sebelumnya, membawa trofi domestik dan gaya bermain menyerang. Kedatangannya disambut antusias, terutama karena ia berhasil membawa Manchester United ke final Europa League di musim pertamanya—prestasi yang sudah lama dinanti. Rentetan kemenangan awal dan pendekatan taktikal 3-4-3 sempat membuat suporter optimistis. Ia juga dianggap sebagai pelatih modern yang bisa membangun proyek jangka panjang dengan skuad muda dan pemain baru yang direkrut mahal.
Penyebab Runtuhnya Era Amorim: Era Ruben Amorim Resmi Berakhir di Awal Tahun 2026
Masalah mulai muncul seiring waktu. Tim sering inkonsisten, dengan win percentage sekitar 38-39 persen di semua kompetisi—salah satu yang terendah bagi pelatih permanen klub di era modern. Formasi andalannya tak cocok dengan skuad, menyebabkan pertahanan rentan dan rentetan hasil buruk. Konflik internal jadi pemicu utama: Amorim frustrasi dengan peran terbatasnya, ingin kontrol lebih besar atas transfer, tapi hierarki tetap pada struktur “head coach” di bawah direktur sepak bola. Kritik terbuka pasca-laga melawan Leeds, di mana ia menyindir departemen rekrutmen dan menegaskan posisinya, menjadi titik puncak yang membuat pemecatan tak terhindarkan.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Pemecatan ini meninggalkan klub dalam transisi lagi, dengan Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih interim. Klub berencana cari pengganti permanen di musim panas, sambil fokus pada pelatih yang mau bekerja dalam struktur baru tanpa drama wewenang. Beberapa nama seperti Simone Inzaghi, Antonio Conte, atau Oliver Glasner muncul sebagai kandidat. Suporter kecewa dengan pola berulang pergantian pelatih, tapi banyak yang mengakui Amorim membawa momen positif meski akhirnya gagal beradaptasi dengan tekanan tinggi di Old Trafford.
Kesimpulan
Era Ruben Amorim resmi tamat di awal 2026, menandai akhir singkat yang penuh harapan tapi berujung kekecewaan. Kombinasi hasil buruk, ketidakfleksibelan taktis, dan konflik internal membuktikan bahwa kesuksesan di klub sebelumnya tak selalu bisa ditransfer. Ini jadi pelajaran berharga bagi klub untuk lebih selektif memilih pelatih yang cocok dengan visi modern. Bagi Amorim, kepergian ini membuka pintu baru di usia yang masih muda. Manchester United kini harus cepat bangkit agar sisa musim tak semakin sulit, di tengah persaingan ketat Premier League.