Juventus Punya Formasi Baru Untuk Hadapi Roma. Juventus akan menjamu Roma di Allianz Stadium pada 20 Desember 2025 dalam lanjutan Serie A pekan ke-16. Di bawah Luciano Spalletti yang menggantikan Igor Tudor sejak akhir Oktober, tim Bianconeri siap mendebutkan formasi baru untuk menghadapi salah satu rival langsung perebutan zona Champions. Setelah bertahan dengan 3-4-2-1 selama hampir dua bulan, Spalletti dikabarkan akan beralih ke sistem hybrid 4-3-3 atau 4-2-3-1, seperti yang dicoba sukses di babak kedua melawan Pafos baru-baru ini. Perubahan ini jadi senjata utama untuk memutus tren buruk melawan Roma dan mempertahankan rekor kandang solid. INFO TOGEL
Alasan Perubahan ke Empat Bek: Juventus Punya Formasi Baru Untuk Hadapi Roma
Spalletti merasa 3-4-2-1 terlalu defensif dan kurang fleksibel saat menghadapi tim yang suka possession tinggi seperti Roma versi Gian Piero Gasperini. Dengan lini belakang yang kini lebih stabil berkat kembalinya Gleison Bremer dan Pierre Kalulu, pelatih asal Toscana ini ingin lebih agresif di tengah dan sayap. Formasi empat bek memungkinkan Weston McKennie dan Andrea Cambiaso naik lebih tinggi sebagai full-back ofensif, sementara Manuel Locatelli dan Khephren Thuram jadi double pivot yang kokoh. Perubahan ini juga untuk mengakomodasi kreativitas Kenan Yildiz dan Francisco Conceicao di lini depan, yang selama ini agak terbatas di sistem tiga bek.
Pemain Kunci dalam Formasi Hybrid: Juventus Punya Formasi Baru Untuk Hadapi Roma
Dalam skema 4-3-3/4-2-3-1, Bremer dan Kalulu jadi duet bek tengah utama, didampingi Lloyd Kelly atau Daniele Rugani di sisi kiri. McKennie yang sedang on fire musim ini akan jadi katalisator di kanan, sering overlapping untuk dukung Conceicao dan Yildiz. Di tengah, Locatelli bertugas mengatur tempo, sementara Thuram membawa energi fisik untuk memotong serangan Roma. Lini depan paling menarik: Jonathan David sebagai ujung tombak, didukung Yildiz sebagai false nine atau second striker, plus Conceicao di sayap yang siap menusuk ke dalam. Pilihan antara David atau Lois Openda di depan jadi dilema manis Spalletti, tapi formasi baru ini memberi ruang lebih untuk rotasi dan kejutan.
Keuntungan Taktis Melawan Roma
Roma datang dengan pertahanan terbaik Serie A dan serangan balik cepat lewat Matias Soule serta Evan Ferguson. Formasi empat bek Juventus dirancang khusus untuk menetralkan itu: lebih kompak di tengah, sehingga Roma sulit tembus dari sayap, dan lebih cepat dalam transisi untuk manfaatkan kelemahan Roma saat naik tinggi. Spalletti ingin McKennie dan Cambiaso jadi senjata rahasia, mirip peran mereka saat membantu serangan di laga-laga sebelumnya. Jika berhasil, formasi ini bisa jadi blueprint baru Juventus untuk sisa musim, terutama saat menghadapi tim-tim kuat lain yang suka dominasi bola.
Kesimpulan
Dengan formasi hybrid 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang siap debut melawan Roma, Juventus menunjukkan ambisi Luciano Spalletti untuk bermain lebih ofensif dan fleksibel. Perubahan ini bukan hanya karena kebutuhan personel, tapi juga untuk mengembalikan identitas menyerang yang hilang di awal musim. Jika sukses di Allianz Stadium, formasi baru ini bisa jadi kunci Bianconeri kembali ke papan atas dan bersaing gelar hingga akhir. Laga Sabtu malam ini jadi ujian pertama sekaligus pernyataan bahwa Juventus era Spalletti siap tampil beda.