MOTM Pertandingan Atalanta vs Bilbao. Pertandingan ini berlangsung sengit di matchday tujuh fase liga Champions League, di mana Atalanta unggul lebih dulu melalui sundulan Gianluca Scamacca di menit 16. Namun, Athletic Club bangkit di babak kedua dengan tiga gol dalam waktu singkat: Gorka Guruzeta di menit 58 (assist Navarro), Nico Serrano di menit 70 (assist Navarro), dan Navarro sendiri mencetak gol ketiga di menit 74. Nikola Krstović memperkecil skor di menit 88 untuk Atalanta, tapi Athletic mengamankan tiga poin vital. Navarro mendapat penghargaan MOTM berkat kontribusi langsung dalam tiga gol, menunjukkan visi, passing akurat, dan ketenangan di momen krusial. Hasil ini menjaga harapan Athletic untuk lolos ke playoff, sementara Atalanta kehilangan poin berharga di kandang. BERITA OLAHRAGA
Peran Navarro dalam Comeback Babak Kedua: MOTM Pertandingan Atalanta vs Bilbao
Navarro menjadi motor utama kebangkitan Athletic setelah turun minum. Assist pertamanya datang di menit 58: umpan terobosan panjang yang membuka pertahanan Atalanta, lalu Guruzeta menyelesaikan dengan tembakan akurat setelah menerima bola kembali dari Navarro. Empat menit kemudian, assist keduanya untuk Serrano lahir dari passing cerdas yang mengecoh bek tuan rumah, memungkinkan winger itu mencetak gol dari sudut sempit. Gol Navarro sendiri di menit 74 adalah puncaknya—menerima umpan dari Oihan Sancet, ia menggiring melewati satu bek lalu menembak placed ke sudut bawah, mengalahkan kiper Marco Carnesecchi. Tiga kontribusi gol dalam 16 menit menunjukkan kelasnya sebagai playmaker, dengan akurasi umpan tinggi dan kemampuan membaca permainan yang membuat lini tengah Athletic mendominasi babak kedua.
Mengapa Navarro Unggul atas Kandidat Lain: MOTM Pertandingan Atalanta vs Bilbao
Meski ada pemain lain yang tampil bagus—seperti Guruzeta dengan gol penyama dan finishing dingin, atau Scamacca yang membuka skor untuk Atalanta—Navarro unggul karena dampaknya paling menyeluruh. Guruzeta klinis di depan gawang, tapi Navarro yang menciptakan peluang utama. Scamacca memang ancaman di kotak penalti, tapi Atalanta gagal menutup laga setelah unggul. Di lini tengah Athletic, Navarro juga aktif dalam recoveries dan pressing, membantu tim mengendalikan tempo setelah tertinggal. Penghargaan ini juga mencerminkan bagaimana ia muncul di momen krusial, terutama saat tim butuh gol cepat untuk membalikkan keadaan. Performa ini kontras dengan babak pertama yang lambat bagi Athletic, di mana Navarro mulai membangun ritme dan menjadi penghubung sempurna antara lini belakang dan depan.
Dampak Performa Navarro bagi Athletic Club
Kemenangan ini memberi Athletic nafas lega dengan poin yang membuat mereka tetap hidup di perebutan zona playoff. Navarro menjadi simbol ketangguhan tim di laga tandang sulit, terutama setelah periode kurang meyakinkan di kompetisi Eropa. Perannya tak hanya soal gol dan assist, tapi juga visi yang membuat serangan lebih fluid dan efektif. Dengan laga terakhir menanti di kandang melawan Sporting CP, performa seperti ini memberi harapan bahwa Athletic bisa mengamankan tempat di babak knockout. Navarro membuktikan mengapa ia semakin jadi andalan di skuad, terutama di laga-laga besar di mana kreativitas dan ketenangan sangat dibutuhkan. Hasil ini juga jadi pelajaran bagi Atalanta soal finishing dan konsistensi bertahan setelah unggul.
Kesimpulan
Robert Navarro pantas menjadi Man of the Match dalam kemenangan 3-2 Athletic Club atas Atalanta. Gol dan dua assistnya di babak kedua, ditambah pengaruh keseluruhan di lini tengah, membuatnya tak tergantikan malam itu. Di tengah laga penuh drama—dari tertinggal hingga comeback cepat—ia muncul sebagai penentu hasil. Kemenangan ini memperkuat posisi Athletic di klasemen dan menunjukkan potensi mereka untuk melaju lebih jauh di kompetisi. Navarro terus membuktikan nilai dirinya, dan performa ini jadi tanda positif untuk perjalanan Los Leones di Champions League selanjutnya.