MOTM Pertandingan Juventus vs Cremonese. Dusan Vlahovic dinobatkan sebagai Man of the Match dalam kemenangan telak Juventus 4-0 atas Cremonese di putaran ketiga Coppa Italia pada Rabu malam, 12 Januari 2026, di Allianz Stadium, setelah striker Serbia berusia 25 tahun itu mencetak dua gol krusial serta menjadi pusat ancaman sepanjang pertandingan, penampilan dominannya di lini depan membuatnya mendapat pengakuan luas dari pelatih, rekan setim, serta ribuan suporter yang hadir, meski Kenan Yildiz dan Francisco Conceicao juga tampil sangat baik dengan masing-masing satu gol, kontribusi Vlahovic yang mencakup gol pembuka serta gol penutup terasa paling menentukan dalam laga yang berjalan satu arah sejak awal. BERITA OLAHRAGA
Performa Dominan di Babak Pertama: MOTM Pertandingan Juventus vs Cremonese
Vlahovic langsung menjadi aktor utama sejak peluit dibunyikan dengan gerakan cerdas serta posisi yang selalu tepat di kotak penalti, pada menit ke-15 ia membuka skor dengan sundulan kuat menyambut umpan silang sempurna dari Manuel Locatelli yang naik membantu serangan, gol itu tidak hanya membuat Juventus unggul cepat tapi juga mematahkan semangat Cremonese yang sudah tampil bertahan sejak menit awal, sepanjang babak pertama Vlahovic terus menjadi magnet bola dengan kemampuan menahan bola serta mengaitkan serangan, ia mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran serta beberapa peluang lain yang hanya melebar tipis, kehadirannya membuat lini belakang Cremonese harus ekstra waspada sehingga ruang bagi Yildiz untuk mencetak gol kedua di menit 28 terbuka lebar, performa ini menunjukkan bahwa Vlahovic sedang berada dalam kondisi fisik serta mental terbaik setelah masa paceklik gol di liga domestik belakangan ini.
Kontribusi Penutup di Babak Kedua: MOTM Pertandingan Juventus vs Cremonese
Di babak kedua ketika Juventus semakin mendominasi dan Cremonese mulai kelelahan, Vlahovic tetap menjadi ancaman utama dengan gerakan tanpa bola yang terus membingungkan bek lawan, ia hampir menambah gol di menit 55 dengan tembakan keras dari sudut sempit yang berhasil ditepis kiper tamu, namun puncaknya terjadi di menit 78 ketika ia menyelesaikan serangan balik cepat dengan penyelesaian klinis dari umpan terobosan Teun Koopmeiners, gol keduanya malam itu sekaligus menjadi gol keempat Juventus yang langsung mengakhiri harapan Cremonese untuk comeback, selain dua gol Vlahovic juga terlibat dalam build-up beberapa peluang lain serta menarik perhatian bek sehingga memberi ruang lebih bagi Conceicao dan Yildiz untuk berkembang, ketajaman serta kerja kerasnya sepanjang 90 menit membuatnya menjadi pilihan mudah sebagai MOTM.
Perbandingan dengan Pemain Lain dan Dampak bagi Tim
Meski Yildiz tampil lincah dengan satu gol serta Conceicao memberikan dampak instan setelah masuk sebagai pengganti dengan gol ketiga, keduanya tidak mencapai level pengaruh Vlahovic yang terasa dari menit pertama hingga akhir, lini depan Juventus malam itu sangat bergantung pada kemampuan Vlahovic dalam menahan bola serta menciptakan ruang, sebuah kualitas yang membuatnya berbeda dari rekan-rekannya, penghargaan MOTM ini juga menjadi suntikan moral besar bagi sang striker yang sedang berusaha membuktikan diri sebagai ujung tombak utama Juventus di semua kompetisi, pelatih Thiago Motta secara terbuka memuji insting gol serta kepemimpinan Vlahovic di lapangan yang membantu tim tampil sangat percaya diri sepanjang laga, sehingga penampilan ini diharapkan menjadi titik balik positif bagi performanya di sisa musim.
Kesimpulan
Dusan Vlahovic pantas menjadi Man of the Match dalam pertandingan Juventus melawan Cremonese karena dua gol krusialnya serta pengaruh dominan sepanjang laga yang membuat kemenangan 4-0 terasa sangat meyakinkan, penampilan klinis serta kerja kerasnya menjadi kunci utama dominasi total tim di Coppa Italia dan memberikan pesan kuat bahwa Juventus tetap kandidat serius di berbagai kompetisi, penghargaan ini juga menegaskan bahwa ketika Vlahovic berada dalam performa terbaik, lini depan Juventus memiliki senjata mematikan yang sulit dihentikan lawan, sehingga malam itu menjadi momen penting bagi sang striker untuk mengembalikan kepercayaan diri serta memperkuat posisinya sebagai salah satu penyerang terbaik di Serie A.