Real Madrid Berhasil Hajar Monaco Habis-habisan. Madrid datang ke laga ini dengan kebutuhan poin untuk mengamankan lolos langsung ke babak 16 besar tanpa playoff. Monaco, yang sedang dalam performa bagus di liga domestik, diharapkan memberikan perlawanan sengit. Namun, tuan rumah langsung mengambil kendali sejak menit awal. Mbappé membuka skor di menit kelima dengan tendangan melengkung akurat, lalu menambah satu lagi sebelum babak pertama usai. Vinicius Jr mencetak satu gol brilian dan menyumbang tiga assist, sementara gol lain datang dari Mastantuono serta bunuh diri Kehrer. Monaco hanya mampu membalas satu gol lewat serangan balik cepat di babak kedua. Hasil 6-1 ini bukan sekadar kemenangan, melainkan pernyataan bahwa Madrid sedang dalam bentuk terbaiknya di Eropa. BERITA OLAHRAGA
Serangan Mematikan dari Lini Depan: Real Madrid Berhasil Hajar Monaco Habis-habisan
Madrid menunjukkan kekuatan lini depan yang luar biasa sepanjang laga. Mbappé mencetak brace dengan penyelesaian kelas dunia: gol pertama dari tendangan melengkung setelah kontrol bola sempurna, gol kedua dari umpan silang rendah Vinicius yang diselesaikan dengan tenang di kotak kecil. Vinicius sendiri tidak kalah tajam—ia mencetak gol solo indah di menit 63 setelah melewati tiga bek Monaco lalu melepaskan tembakan keras ke sudut atas. Tiga assist-nya lahir dari dribel cepat, crossing akurat, dan visi passing yang brilian. Mastantuono mencetak gol perdananya di kompetisi ini lewat umpan Vinicius, sementara Kehrer mencatat gol bunuh diri setelah tekanan tinggi dari lini depan Madrid. Serangan ini berjalan variatif: dari counter cepat, build-up sabar, hingga bola mati. Monaco kewalahan menghadapi kecepatan dan koordinasi yang hampir sempurna.
Dominasi Total di Semua Lini: Real Madrid Berhasil Hajar Monaco Habis-habisan
Madrid tidak hanya unggul di depan, tapi juga mengontrol permainan secara keseluruhan. Lini tengah tampil solid dengan pressing tinggi yang memutus alur Monaco sejak dari belakang. Pemain seperti Valverde dan Bellingham memenangkan banyak duel, menciptakan transisi cepat yang berujung peluang. Pertahanan Madrid rapat, jarang memberi ruang bagi serangan balik Monaco kecuali satu gol konsesi di babak kedua. Monaco mencoba menekan di awal tapi cepat kehilangan bola karena passing gegabah. Madrid menguasai bola lebih dari 65 persen, menciptakan 22 tembakan dengan 12 on target. Monaco hanya punya lima tembakan sepanjang laga, menunjukkan betapa sulitnya mereka menembus pertahanan tuan rumah. Performa kolektif ini membuat laga terasa satu arah sejak babak pertama.
Dampak bagi Klasemen dan Kepercayaan Diri Tim
Kemenangan telak ini memperkuat posisi Madrid di puncak klasemen fase liga Liga Champions. Mereka kini punya poin maksimal dari enam laga, memastikan seed tinggi di babak knockout dan keuntungan psikologis besar. Hasil ini juga membalas kekalahan minor di beberapa laga domestik sebelumnya, mengembalikan kepercayaan diri skuad. Mbappé dan Vinicius kembali jadi duet mematikan, sementara pemain muda seperti Mastantuono mendapat kesempatan emas untuk bersinar. Monaco, yang sempat diunggulkan sebagai kejutan, kini harus berjuang lebih keras untuk lolos playoff. Kekalahan ini jadi pukulan moral, tapi Madrid telah mengirim pesan jelas: mereka siap mendominasi kompetisi Eropa musim ini.
Kesimpulan
Real Madrid benar-benar menghajar Monaco habis-habisan dengan skor 6-1 yang mencerminkan superioritas mereka di semua aspek. Brace Mbappé, gol brilian Vinicius, serta kontribusi tim secara keseluruhan membuat laga ini jadi malam sempurna di Bernabeu. Kemenangan ini bukan hanya tiga poin, melainkan bukti bahwa skuad sedang dalam ritme terbaik dan punya kedalaman untuk bersaing di level tertinggi. Dengan performa seperti ini, Madrid layak diunggulkan sebagai kandidat juara Liga Champions. Monaco harus bangkit cepat, tapi malam itu milik Madrid sepenuhnya. Hasil besar seperti ini yang membuat sepak bola tetap menarik—tim raksasa menunjukkan kelasnya di panggung besar.