Transfer Deadline Follow-up: Deal Terakhir Eropa Februari. Jendela transfer musim dingin 2025/2026 di Eropa resmi ditutup pada 2 Februari 2026, dengan deadline day yang relatif tenang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski total pengeluaran Premier League mencapai sekitar 390 juta pound, hanya tujuh deal yang dikonfirmasi pada hari terakhir, menjadikannya deadline day paling sepi dalam sejarah liga tersebut. Tidak ada kedatangan baru hingga setelah pukul 19:00 GMT, saat Crystal Palace mengumumkan perekrutan Jorgen Strand Larsen dari Wolves dengan nilai hingga 48 juta pound. Di seluruh Eropa, aktivitas juga minim, dengan klub-klub besar lebih fokus pada pinjaman dan kesepakatan musim panas daripada transfer permanen besar-besaran. Hal ini dipengaruhi oleh aturan Financial Fair Play yang ketat dan kurangnya nilai bagus di pasar Januari. Beberapa nama besar seperti Karim Benzema dan Ademola Lookman berpindah, tapi secara keseluruhan, window ini lebih tentang penyesuaian skuad daripada revolusi. Artikel ini akan mengulas deal terakhir, aktivitas liga utama, serta dampaknya terhadap musim yang sedang berjalan. MAKNA LAGU
Deal Utama Deadline Day: Transfer Deadline Follow-up: Deal Terakhir Eropa Februari
Deadline day dimulai lambat, tanpa transfer signifikan hingga malam hari. Di Premier League, Crystal Palace menjadi sorotan dengan mendatangkan Strand Larsen sebagai pengganti potensial Jean-Philippe Mateta, meski kesepakatan Mateta ke AC Milan gagal. Penyerang Norwegia itu, yang mencetak enam gol untuk Wolves musim ini, diharapkan menambah daya gedor Palace yang sedang kesulitan di zona degradasi. Wolves langsung bereaksi dengan meminjam Angel Gomes dari Marseille dan merekrut Adam Armstrong dari Southampton sebesar 7 juta pound, menjaga kedalaman lini depan mereka.
Sunderland, yang tampil impresif di Championship, mengamankan Nilson Angulo dari Anderlecht dengan 17,5 juta pound, menambahkan kecepatan di sayap kiri. Di level atas, Liverpool menyepakati transfer Jeremy Jacquet dari Rennes sebesar 60 juta pound, tapi bek Prancis berusia 20 tahun itu baru bergabung musim panas nanti. Manchester City, pembelanja terbesar window ini, sudah menyelesaikan Antoine Semenyo dari Bournemouth (65 juta pound) dan Marc Guehi dari Palace (20-39 juta pound) lebih awal, tapi deadline day mereka tenang tanpa tambahan. Tottenham merekrut Conor Gallagher kembali dari Atletico Madrid (34 juta pound), sementara Aston Villa membawa pulang Douglas Luiz dengan pinjaman dari Juventus dan Tammy Abraham dari Besiktas (18 juta pound lebih).
Di luar Inggris, Atletico Madrid aktif dengan merekrut Ademola Lookman dari Atalanta (35 juta euro), Rodrigo Mendoza dari Elche, dan Obed Vargas dari Seattle Sounders. Karim Benzema, pemenang Ballon d’Or 2022, pindah gratis dari Al-Ittihad ke Al Hilal, tetap di Arab Saudi. Roma mendatangkan Robinio Vaz dari Marseille dan Donyell Malen dari Aston Villa, sementara Atalanta mendapatkan Giacomo Raspadori dari Atletico. Kesepakatan ini kebanyakan berupa pinjaman atau transfer murah, mencerminkan pendekatan hati-hati klub Eropa menghadapi jadwal padat.
Aktivitas di Liga-Liga Utama: Transfer Deadline Follow-up: Deal Terakhir Eropa Februari
Premier League mendominasi pengeluaran dengan total sekitar 390 juta pound, tapi distribusinya tidak merata. Manchester City keluar sebagai pemenang besar dengan Semenyo dan Guehi, memperkuat lini depan dan belakang di tengah krisis cedera. Crystal Palace, dengan Brennan Johnson (35 juta pound dari Tottenham) dan Strand Larsen, mencoba selamat dari degradasi setelah musim buruk. Arsenal dan Manchester United nyaris diam, hanya mengurus pinjaman kecil seperti Kalvin Phillips ke Sheffield United dari City. Fulham merekrut Oscar Bobb dari City (27 juta pound), sementara West Ham mendapatkan Taty Castellanos.
Di La Liga, Atletico Madrid paling aktif, menjual Gallagher dan Raspadori untuk mendanai Lookman dan lainnya, memperkuat skuad Diego Simeone untuk perburuan gelar. Barcelona merekrut Joao Cancelo, tapi window mereka tenang. Serie A melihat Roma dan Atalanta bertukar pemain dengan klub Spanyol, dengan Malen dan Raspadori menambah kedalaman. Bundesliga relatif sepi, dengan Schalke merekrut Adil Aouchiche dari Sunderland (17,5 juta pound) sebagai deal utama. Ligue 1 kehilangan beberapa talenta, seperti Gomes ke Wolves dan George Ilenikhena ke Al-Ittihad, tapi Monaco mendapatkan Simon Adingra dari Sunderland via pinjaman.
Secara keseluruhan, window ini melihat lebih banyak kesepakatan musim panas daripada transfer langsung, seperti Jacquet ke Liverpool. Klub-klub kecil seperti Leicester merekrut Jamaal Lascelles dari Newcastle dan Dujuan Richards dari Chelsea, fokus pada penguatan tanpa boros. Tren ini menunjukkan pengaruh regulasi keuangan, di mana klub lebih memilih kesepakatan jangka panjang daripada belanja impulsif.
Implikasi dan Reaksi
Implikasi window ini terasa langsung di kompetisi. Manchester City, dengan tambahan Semenyo dan Guehi, kini lebih siap mengejar Arsenal di puncak klasemen, di mana The Gunners unggul tipis tanpa tambahan signifikan. Crystal Palace berharap Strand Larsen dan Johnson bisa angkat mereka dari zona merah, meski kegagalan jual Mateta meninggalkan masalah keuangan. Atletico Madrid, dengan Lookman, bisa tantang Real Madrid dan Barcelona di La Liga, sementara Roma mendapat dorongan untuk posisi Eropa.
Reaksi campur aduk: Pelatih seperti Pep Guardiola memuji efisiensi City, sementara Oliver Glasner dari Palace frustrasi atas kegagalan deal McNeil dari Everton. Fans Liverpool senang dengan Jacquet, meski harus menunggu. Di media, deadline day disebut “mengecewakan” karena kurang drama, tapi analis seperti Gary Neville menyoroti bagaimana FFP membatasi gerakan besar. Beberapa rumor, seperti Cristiano Ronaldo kembali ke Porto, ternyata benar sebagai transfer gratis pasca-pensiun singkatnya. Secara sosial, window ini memicu diskusi tentang keberlanjutan pengeluaran, dengan total Eropa di bawah ekspektasi. Dampak jangka panjang: Klub seperti Wolves dan Sunderland bisa naik peringkat berkat tambahan mereka, sementara yang diam berisiko kelelahan di paruh kedua musim.
Kesimpulan
Transfer deadline musim dingin 2026 di Eropa berakhir tanpa ledakan besar, tapi deal-deal terakhir seperti Strand Larsen ke Palace dan Lookman ke Atletico bisa ubah dinamika liga. Dengan pengeluaran terkendali dan fokus pada efisiensi, window ini mencerminkan era baru sepak bola di bawah regulasi ketat. Manchester City muncul sebagai pemenang utama, sementara klub lain seperti Liverpool mempersiapkan musim depan. Di tengah musim yang kompetitif, tambahan ini bisa tentukan gelar, Eropa, atau degradasi. Meski tenang, implikasinya akan terlihat dalam minggu-minggu mendatang, mengingatkan bahwa transfer bukan hanya soal uang, tapi strategi cerdas